Siswa Penganiaya Guru Terancam Tujuh Tahun Penjara

Pelaku penganiayaan guru hingga meninggal

Sampang – Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, yang melakukan penganiayaan terhadap gurunya hingga meninggal terancam hukuman tujuh tahun penjara. Bocah berinisial H (17) ini dijerat pasal 351 ayat (3) KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Sebelum menetapkan H sebagai tersangka, polisi juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa 9 saksi dalam kasus tersebut.

“Setelah dinaikkan statusnya menjadi tersangka, maka siswa pelaku penganiayaan itu nantinya didampingi beberapa stekeholder. Diantaranya petugas perlindungan anak dan pekerja sosial dari lapas setempat,” terang Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, Sabtu (3/2/2018).

Budhi menjelaskan, sesuai pemeriksaan saksi dan pengakuan tersangka, tidak ada penghadangan guru usai pulang sekolah seperti yang ramai diperbincangkan. “Tersangka kita tahan di Mapolres semenjak guru tersebut dinyatakan meninggal,” jelasnya.

Sekedar diketahui, dugaan penganiayaan guru kesenian SMAN 1 Torjun itu terjadi saat jam pelajaran kesenian Kamis kemarin. Korban Achmad Budi Cahyanto di lingkungan keluarganya dikenal sosok penyabar dan irit bicara. Budi telah mengabdi menjadi tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) di SMA Negeri 1 Torjun selama lima tahun, Budi meninggalkan seorang istri yang tinggal di Kecamatan Jrengik.

Guru Budi sempat pulang ke rumah istrinya di Kecamatan Jrengik dan pukul 21.40 WIB dinyatakan meninggal dunia di RSU Dr Soetomo Surabaya.