Masih Usia Pelajar, Warga Tlogo Nekat Jual Pil Dobel L

Miris, BBW yang baru menginjak 18 tahun sudah mengenal narkoba. Kini harus berurusan dengan polisi akibat kedapatan mengedarkan pil dobel L. (foto:Satreskoba Polres Blitar)

BLITAR – Peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di Kabupaten Blitar memang memprihatinkan. Terutama di kalangan pemuda. Sebab, cukup banyak yang menyalahgunakannya untuk mabuk-mabukan. Bahkan ada yang bertindak sebagai pengedar.

BBW (18), misalnya. Warga Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, itu meski masih usia pelajar, sudah mengenal pil ini. Bahkan Sabtu (27/1) dia kedapatan sedang mengedarkan pil koplo.

Informasi dari kepolisian, pelaku tertangkap pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00. Berada di pinggir Jalan Raya Kanigoro di Kelurahan/Kecamatan Kanigoro, pelaku kedapatan sedang mengedarkan sediaan farmasi berupa tablet okerbaya logo “LL” tanpa hak dan tanpa izin edar.

“Jadi, waktu itu pelaku sedang berada di pinggir jalan menunggu pembeli yang sebelumnya sudah janjian. Lalu setelah terjadi transaksi, anggota Satreskoba Polres Blitar langsung membekuk pelaku,” ungkap Kasat Narkoba Polres Blitar AKP Didik Suhardi.

Dari penangkapan tersebut, disita barang bukti uang Rp 50 ribu dari tangan pelaku. Juga, pil dobel L dalam di dalam plastik klip berisi 30 pil disita dari pembeli bernama Murijo.

“ Kalau alasan dia menjual pil masih kami selidiki. Hanya saja kebanyakan dari mereka sudah ketagihan lalu mengedarkan supaya bisa mengonsumsi gratis dari untung penjualan yang dilakukan,” ujarnya.

Akibat mengedarkan obat keras tanpa izin ini, pelaku dikenakan Pasal 196 dan Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Sesuai pasal tersebut pelaku bisa dikenai pidana maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (*)