Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir berencana menutup PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Apalagi Merpati Airlines sudah dinyatakan pailit Pengadilan Niaga Surabaya pada 2 Juni 2022.

Pasca dinyatakan pailit, Karyawan Merpati menuntut hak pesangon dan dana pensiun. Hari ini, Kamis (23/6/2022), kuasan hukum eks pilot Merpati mendatangi manajemen PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Tim Advokasi Paguyuban eks pilot Merpati, David Sitorus menyebut total pesangon yang belum dibayar mencapai Rp 318 miliar. Sementara dana pensiun mencapai Rp 14 miliar – Rp 20 miliar.

“Dana pensiun Rp 14 miliar – 20 miliar yang belum terbayarkan kepada 1233 orang,” kata David kepada Wartawan di Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

David menerangkan, dana tersebut belum diterima Eks pilot Merpati Airlines sejak 2014. Sampai tahun 2022 masih ada ketidakpastian mengenai pembayaran hak eks karyawan.

Menurut David, pihaknya sebenarnya menolak skema kepailitan dalam penyelesaian ini. Salah satu alasannya adalah karena penjualan aset yang tidak mudah dan bisa memakan waktu bertahun-tahun.

David menyebut mekanisme pailit membuat pemenuhan hak eks Pilot Merpati Airlines tidak lagi menjadi prioritas. Padahal, ia mengklaim jika Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan pemerintah agar tidak zalim kepada pegawai.

David menantikan solusi nyata dari PPA, apakah tetap pailit atau negara yang bisa mengeluarkan dana talang. Ia pun menuntut aset proses sinergi aset Merpati bisa dipercepat. Sebelumnya, Erick sempat mengeluarkan statemen terkait pemanfaatan aset dan sinergi Merpati Airlines.

“Jangan sampai kita juga zalim kepada para pekerja yang terkatung-katung, lebih baik diselesaikan. Tentu aset-aset yang masih bisa dimanfaatkan, kita coba sinergikan. Misalnya contoh, Merpati ada maintenance-nya, itu kan bisa nanti disinergikan dengan Garuda, atau dengan Pelita Air,” kata Erick.

By admin

Leave a Reply