David Archuleta Akui Sebagai Biseksual

David Archuleta
David Archuleta Akui Sebagai Biseksual (Foto: Twitter David Archuleta)

Jakarta – Jebolan ajang American idol, David Archuleta, terbuka soal identitas seksualnya. Dia kini mengakui jadi bagian dari komunitas LGBTQ+ sebagai biseksual. David Archuleta bicara soal identitas seksualnya bertepatan dengan Pride Month bulan ini.

Lewat Instagram, pelantun Crush itu mengaku bahwa dirinya mengalami kesulitan buat terbuka sebagai biseksual. Hal itu lantaran agama yang dianutnya. Tidak hanya biseksual, dia juga mengaku sebagai aseksual.

“Aku lebih suka menyimpannya sendiri tapi aku juga berpikir bahwa ini adalah hal yang sangat penting untuk dibagikan karena aku tahu, ada banyak orang yang dididik secara agamis juga merasakan hal yang sama,” tulis David Archuleta di Instagram-nya.

Dia melanjutkan bahwa keluarganya sudah tahu soal identitas seksualnya selama beberapa tahun terakhir. Bahkan dia menulis dirinya sudah mengaku gay kepada keluarganya sejak tahun 2014.

Setelah itu dia kemudian merasa bahwa dirinya tetap punya perasaan pada orang yang berbeda gender. Sehingga dia merasa bahwa dirinya bukan gay melainkan biseksual.

“Sudah beberapa tahun setelah aku terbuka pada diriku sendiri dan keluarga dekatku soal bagaimana aku tidak yakin dengan identitas seksualku. Aku mengaku gay ke keluargaku di tahun 2014 tapi kemudian aku merasakan perasaan yang sama ketika dekat dengan gender yang berbeda jadi aku mungkin berada di spektrum biseksual,” lanjutnya.

Perjalanan David Archuleta soal identitas seksualnya tidak sampai di situ saja. Tak lama dia pun sadar bahwa dirinya tidak terlalu punya hasrat seksual. Di situlah kemudian dirinya tahu soal identitas seksualnya yang lain.

Aseksual sendiri merupakan bagian dari orientasi seksual pada seseorang yang membuat orang tersebut tidak merasa tertarik secara seksual dengan orang lain.

“Lalu aku tahu bahwa aku tidak punya hasrat seksual yang terlalu tinggi dan tidak punya keinginan seksual seperti kebanyakan orang. Yang mana sebenarnya penting karena aku sendiri punya komitmen (untuk tidak melakukan hubungan seksual) sebelum menikah. Orang-orang yang tidak mengalami hasrat seksual disebut aseksual,” lanjutnya.

“Ada banyak orang mengalami hal yang sama di komunitas LGBTQIA+ dan bergulat untuk mengikuti keyakinan mereka yang mana sangat penting juga buat mereka, seperti yang aku yakini,” lanjut David Archuleta.

Dalam tulisan yang sama, selain mengumumkan soal identitas seksualnya, David Archuleta juga mengajak orang-orang untuk lebih pengertian terhadap sesama yang memiliki pengalaman sepertinya. Dia menegaskan bahwa orang-orang dari keyakinan apapun juga bisa mengalami hal serupa.(sro/dar)