Buat Pengendara Pintar, Ini Tips Mudik Agar Terhindar Macet Berjam-jam

Jakarta – Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik Lebaran di tahun ini. Namun, antusias besar masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik, hingga menyebabkan kemacetan selama berjam-jam.
Pihak kepolisian dan pemerintah juga tak tinggal diam, sejumlah rekayasa lalu lintas disiapkan mulai dari ganjil genap, satu arah atau one way, dan contraflow. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di jalan tol selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2022.

Aan Gandhi selaku Founder dan Trainer Keselamatan Global Defensive Driving Centre (GDDC) telah mengingatkan kepada masyarakat untuk membuat mapping perjalanan sebelum mudik. Cara tersebut dilakukan untuk mengetahui rute perjalanan yang akan dilalui saat pergi dan pulang mudik.

“Kepada pemudik diingatkan untuk melakukan pemetaan atau mapping perjalanan hingga sampai ke kota tujuan. Misalnya, kalau pemudik berangkat dari Jakarta menuju kota A mau istirahat di rest area mana, terus isi bensin di SPBU mana, lalu mau solat di masjid mana, itu penting dilakukan,” kata Aan Gandhi beberapa waktu lalu dalam sebuah webinar keselamatan berkendara.

Selain itu, Aan menghimbau kepada pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk melihat situasi arus lalu lintas menggunakan aplikasi peta online gratis, seperti Google Maps atau Waze. Sehingga, pemudik bisa memilih rute tercepat dan mengetahui kondisi lalu lintas terkini.

“Sebelum mudik pastikan buat perencanaan rute perjalanan, mau lewat jalur utara atau selatan, atau memilih lewat jalan tol. Pastikan juga melihat situasi lalu lintas dari Google Maps, jadi kita bisa menghindari sejumlah titik yang macet, lalu juga bisa memberikan informasi titik kepadatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aan Gandhi juga mengingatkan kepada pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk menyiapkan makanan serta cemilan yang cukup di dalam mobil. Hal ini untuk mengantisipasi jika saat perjalanan terjadi kemacetan panjang, lalu di sekitarnya tidak ada minimarket atau restoran untuk didatangi.

“Jangan lupa bagi para pemudik untuk membawa makanan dan snack secukupnya, hal ini sebagai langkah antisipasi bila terjadi kemacetan panjang lalu di sekitar sulit mencari tempat makan,” papar Aan.